testing

Hedonisme Mahasiswa

Agent of change, social control, dan iron stock adalah tiga kalimat yang disandang mahasiswa. Seperti sebuah More

testing

Realita Kebangkitan Nasional

Berawal dari Dr. Wahidin Soedirohoesodo yang merupakan pemuda tamatan STOVIA (School tot Opleiding van Inlandsche Artsen) atau More

testing

Mahasiswa Harus Punya Pergerakan

“Pergerakan Tidak Akan Berhenti Sampai Aku Mati” Layaknya More

testing

Posting Duit Orang

Pagi ini gue UAS Pengantar Akuntansi, sebuah mata kuliah yang agak kurang gue suka. Jujur, gue lebih suka kata - kata daripada angka - angka kaya More

testing

Pragmatisme Masyarakat Pada Pemilu

Dinamika politik sangat terasa ketika memasuki tahun 2014, yang merupakan tahun politik. Begitu banyak problematika yang More

Senin, 10 Oktober 2011

Tidur Larut Malam Bisa Bikin Jerawat


Tidur larut malam tidak hanya dapat membuat Anda kurang tidur dan menurunkan stamina tubuh, tetapi juga bisa memicu dan memperburuk jerawat. Mengapa?

Tidur larut malam berhubungan dengan jerawat dengan cara tidak langsung. Tak ada bukti yang jelas menunjukkan bahwa kurang tidur secara langsung berkaitan dengan pembentukan jerawat. Namun, penelitian mengungkapkan bahwa secara tidak langsung, kurang tidur menyebabkan jerawat dan memperburuk jerawat yang sudah ada.

Ketika sering tidur larut malam, Anda berarti memotong jumlah tidur yang dibutuhkan untuk peremajaan tubuh. Dilansir Livestrong dan Buzzle, Kamis (22/9/2011), kurang tidur bisa menyebabkan stres, peningkatan peradangan, peningkatan resistensi insulin dan depresi.

Stres merupakan faktor penting penyebab jerawat. Peningkatan stres dapat menstimulasi kelenjar adrenalin yang bertanggung jawab memproduksi androgen. Pengeluaran hormon ini di dalam tubuh dalam memicu terbentuknya jerawat. Stres juga mempengaruhi sistem kekebalan tubuh, sehingga bisa memperlambat penyembuhan jerawat yang sudah ada.

Kurang tidur dapat menginduksi inflamasi sistemik. Laporan Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism, tidur yang tidak memadai menyebabkan peningkatan inflamasi sitokin. Peningkatan zat-zat di dalam tubuh meningkatkan kecenderungan untuk menghasilkan peradangan. Seperti diketahui, bahwa jerawat adalah peradangan pori-pori di kulit, jelas bahwa peradangan ini dipicu karena peningkatan jumlah sitokin dalam tubuh.

Selain itu, kurang tidur menyebabkan resistensi insulin meningkat. Dengan demikian memaksa tubuh untuk memproduksi lebih banyak insulin. Hal ini juga menyebabkan produksi sebum (minyak) meningkat dan peradangan yang menyebabkan potensi untuk pembentukan jerawat.

Tidur larut malam juga menyebabkan kerangka kerja mental dan emosional berubah yang dapat menyebabkan depresi. Depresi menciptakan sikap negatif dalam pikiran orang yang menghambat keseluruhan kesejahteraan. Kesehatan secara keseluruhan yang buruk mengurangi kemampuan penyembuhan tubuh. Dengan demikian, mempengaruhi jerawat dengan cara yang negatif.

Meskipun tidur larut malam tidak memberikan kontribusi terhadap pembentukan jerawat secara langsung, namun faktor-faktor yang ditimbulkannya bertanggung jawab untuk pembentukan jerawat. Maka istirahatlah dengan cukup.

Asam Salisilat, Penawar Berbagai Masalah Kulit


Asam salisilat digunakan untuk mengobati gangguan kulit seperti psoriasis, jerawat, ketombe, dermatitis, seboroik pada kulit dan kulit kepala, kapalan, dan kutil plantar.

Kemasan
Produk ini tersedia dalam bentuk Sabun, Lotion, Cair, Busa, Salep, Gel atau Jelly, Larutan, Krim, Koyo, Shampoo

Dosis
Bentuk sediaan krim:
Untuk kapalan:
Dewasa dan anak: Gunakan krim 2 sampai 10% sesuai kebutuhan. Gunakan krim 25 sampai 60% satu kali setiap tiga sampai lima hari.

Bentuk sediaan gel:
Untuk jerawat: Dewasa dan anak: Gunakan waktu satu ,5-5% gel sehari.
Untuk psoriasis: Dewasa dan anak: Gunakan gel 5% satu kali sehari.
Untuk kutil umum: Dewasa dan anak-Gunakan waktu satu 5 sampai 26% gel sehari.

Bentuk sediaan lotion:
Untuk jerawat: Dewasa dan anak: Gunakan lotion 1 sampai 2% 1-3 kali sehari.
Untuk ketombe dan dermatitis antiseborrhic kulit kepala: Dewasa dan anak: Gunakan lotion 1,8-2% pada kulit kepala satu atau dua kali sehari.

Bentuk sediaan salep:
Untuk jerawat: Dewasa dan anak: Gunakan salep 3 sampai 6% sesuai kebutuhan.
Untuk psoriasis dan seboroik kulit: Dewasa dan anak: Gunakan salep 3 sampai 10% sesuai kebutuhan.
Untuk kutil biasa: Dewasa dan anak: Gunakan salep 3 sampai 10% sesuai kebutuhan. Gunakan salep% 25 sampai 60 satu kali setiap tiga sampai lima hari.

Bentuk sediaan koyo:
Untuk jerawat: Dewasa dan anak: Gunakan 1-3 kali sehari.

Bentuk sediaan plester:
Untuk kapalan, kutil umum, atau kutil plantar: Dewasa dan anak: Gunakan satu kali sehari atau satu kali setiap hari.

Bentuk sediaan shampo:
Untuk ketombe atau dermatitis seboroik pada kulit kepala: Dewasa dan anak-Gunakan pada kulit kepala satu atau dua kali seminggu.

Bentuk sediaan sabun:
Untuk jerawat: Dewasa dan anak: Gunakan seperlunya.

Bentuk sediaan larutan:
Untuk jerawat: Dewasa dan anak-anak: Gunakan larutan topikal 0,5 sampai 2% 1-3 kali sehari.
Untuk kutil biasa dan kutil plantar: Dewasa dan anak-anak: Gunakan larutan topikal 5 sampai 27% satu atau dua kali sehari.
Untuk kapalan: Dewasa dan anak-anak: Gunakan larutan topikal 12-27% satu atau dua kali sehari.

Efek Samping

Iritasi kulit
Rasa menyengat



Usir Jerawat dengan Manisnya Madu


Madu selama ini dikenal sebagai salah satu minuman yang bisa menambah stamina dan membuat tubuh tetap bugar. Tak hanya itu, sifat antibakteri yang dimiliki madu juga membuatnya bisa mengusir jerawat dari wajah.

Pada waktu-waktu tertentu selama hidup seseorang, seperti saat pubertas, selama menstruasi dan menopause, hormon menyebabkan kelebihan produksi sebum, yang bila bercampur bakteri bisa menyebabkan jerawat.

Bakteri Proprionibacterium acnes atau P. acnes merupakan strain bakteri yang biasa hidup di kulit manusia tanpa menyebabkan kerusakan pada kulit. Namun bila produksi sebum makin banyak, bakteri ini bisa berkontribusi menginfeksi jerawat.

Sebelumnya telah diketahui bahwa madu bisa digunakan sebagai antibakteri. Hal ini berdasarkan studi yang dilakukan oleh University of Texas Health Science Center diketahui bahwa madu kaya akan gula, sehingga bisa membantu menciptakan lingkungan yang membuat bakteri tidak dapat bertahan hidup.

Ketika dioleskan pada luka atau infeksi, hidrogen peroksida yang terkandung di dalam madu akan dikeluarkan ke kulit, yang bertindak sebagai antiseptik. Dilansir DermaNetNZ, Sabtu (1/10/2011), hidrogen peroksida yang terbentuk ketika madu diencerkan dapat menyembuhkan luka termasuk infeksi jerawat.

Tidak seperti hidrogen peroksida murni, tingkat antiseptik yang dibuat dalam madu tidak merusak kulit.

Pembentukan hidrogen peroksida bukan satu-satunya manfaat antibakteri yang diperoleh dari madu. Madu juga dapat merangsang kegiatan fagositik dan limfositik, yang merupakan kunci respons sistem imun dalam perang melawan infeksi.

DermaNetNZ merekomendasikan menggunakan madu dari pohon manuka, leptospermum scoparium untuk mengusir jerawat.



Kamis, 06 Oktober 2011

Koyo Listrik untuk Menghilangkan Jerawat yang Memalukan


Berbagai cara dilakukan untuk mengobati jerawat yang terkadang bikin malu. Dengan teknologi terbaru, kini jerawat bisa diobati dengan menggunakan koyo listrik. Bagaimana caranya?

Dengan teknologi yang tinggi, ilmuwan menciptakan koyo listrik sebagai cara baru untuk mengobati jerawat. Koyo ini bekerja dengan menghasilkan muatan listrik yang dapat membunuh bakteri yang berhubungan dengan jerawat. Hasilnya, bintik-bintik kecil jerawat hampir hilang dalam waktu tiga hari.

Jerawat merupakan masalah yang paling umum menyerang kulit, terutama di kalangan remaja yang menginjak masa pubertas. Untuk beberapa kasus, jerawat akan terus berlanjut hingga dewasa.

Meski umumnya muncul di bagian wajah, jerawat juga terkadang dapat muncul di bagian punggung dan dada. Kondisi ini dapat dipicu oleh kelebihan hormon yang mempengaruhi kelenjar minyak.

Kelenjar ini ditemukan didekat kulit yang melekat di akar rambut. Tujuannya adalah untuk menghindari rambut dari kekeringan dengan menghasilkan zat minyak yang disebut sebum.

Pada penderita jerawat, kelenjar akan memproduksi sebum (minyak) secara berlebihan. Kelebihan sebum tersebut akan bercampur dengan sel-sel kulit yang dapat menyumbat folikel rambut. Bakteri yang biasanya hidup tanpa membahayakan kulit akhirnya dapat menginfeksi folikel yang tersumbat tersebut, sehingga menimbulkan bintik jerawat.

Pengobatan yang biasa digunakan seperti krim benzoil peroksida, bekerja dengan mencegah penyumbatan folikel rambut dan kulit mati untuk membunuh bakteri di kulit. Piliham lain adalah antibiotik yang membunuh bakteri.

Pil kontrasepsi yang menyeimbangkan kadar hormon juga dapat membantu. Namun, kebanyakan dari perawatan ini dapat menyebabkan efek samping, seperti kulit kering, mual, kehilangan berat badan dan perubahan suasana hati.

Nah, dengan teknologi terbaru ini, koyo listrik yang digunakan terlihat seperti koyo biasa yang hanya sekali pakai. Koyo listrik ini juga tidak menimbulkan efek samping yang jelas.

Koyo listrik ini terdiri dari material menyerupai jaring yang diresapi dengan molekul tertentu. Ketika kontak dengan kelembaban pada kulit, koyo akan menciptakan medan listrik kecil yang membuat bakteri tidak dapat bertahan hidup.

Koyo ini tampaknya memiliki efek mengunci pada kulit di sekitarnya, membantu mencegah kulit mati dan bakteri. Jaringnya juga mengandung asam salisilat yang dapat menghilangkan kulit mati penyumbat folikel, dan asam azelaic untuk membunuh bakteri di pori-pori.

Koyo yang dikembangkan oleh Oplon, sebuah perusahaan Israel yang berbasis teknologi, saat ini sedang diuji coba. Sekitar 100 orang telah menggunakan koyo ini selama semalam atau sekitar enam jam.

Hasil studi ini diharapkan rampung akhir tahun ini dan koyo tersebut dapat tersedia dalam waktu dua tahun lagi.

"Jerawat adalah beban yang berat bagi pasien, terutama di akhir usia 20-an dan 30-an, yang telah menderita selama bertahun-tahun dan menyebabkan jaringan parut (bekas luka) yang lebar," jelas Dr Bav Shergill, konsultan dermatolog di Brighton and Sussex UUniversities Hospitals NHS Trust, seperti dilansir dari Dailymail, Rabu (22/9/2010).

Dr Bav menyambut setiap inovasi baru yang dapat membantu pasien jerawat. Menurutnya, asam azelaic dan benzoil peroksida (bahan aktiof pada plester) juga telah banyak tersedia di pasaran dan dikenal sebagai obat jerawat.



Penyebab Alzheimer dan Jerawat Sama?


Alzheimer dan jerawat adalah bagai bumi dan langit. Alzheimer adalah penyakit kehilangan memori otak sedangkan jerawat adalah masalah kulit. Tapi peneliti menemukan jerawat tertentu penyebabnya sama dengan alzheimer.

Jerawat khusus yang penyebabnya sama dengan alzheimer ini adalah jerawat yang tumbuh di ketiak dan paha. Memang tidak biasa, karena umumnya jerawat muncul di muka.

Tapi penelitian baru menemukan bahwa penyebab tumbuhnya jerawat di ketiak dan paha juga bisa menyebabkan Alzheimer. Studi baru tentang mekanisme genetik, mengaitkan penyebab acne inversa dengan penyakit Alzheimer.

Acne inversa ini merupakan gangguan kulit langka yang sangat mirip dengan jenis jerawat, tetapi bintik mirip jerawat ini hanya muncul di daerah tertentu seperti ketiak dan paha bagian dalam.

Menurut peneliti, mutasi gen PSEN1 yang menyebabkan Alzheimer ternyata juga dapat menyebabkan acne inversa alias jerawat ketiak. Tapi menariknya, meski penyebabnya sama kedua penyakit ini tidak berkaitan dengan sama lain.

"Meskipun Alzheimer dan acne inversa tampaknya disebabkan oleh mutasi pada PSEN1, belum ada kasus yang dilaporkan bahwa kedua penyakit ini terjadi secara bersamaan," ujar Xue Zhang dari Peking Union Medical College di Beijing, seperti dilansir dari Livescience, Sabtu (9/10/2010).

Menurut Zhang, peneliti terkejut bahwa mutasi PSEN1 juga bisa menyebabkan jerawat di ketiak.

Awalnya, mutasi PSEN1 terkait dengan gejala awal Alzheimer. Mutasi ini mempengaruhi protein yang disebut gamma-secretase, yang terlibat dalam perkembangan plak protein pada otak penderita Alzheimer.

"Dengan hasil temuan ini, kami berharap bisa menemukan obat untuk mengobati kedua penyakit sekaligus, yaitu Alzheimer dan jerawat langka acne inversa," jelas Zhang lebih lanjut.

Sejauh ini, belum ada obat yang mampu menyembuhkan Alzheimer. Obat yang menargetkan gamma-secretase untuk pasien Alzheimer masih dalam tahap uji klinis.

Penyakit Alzheimer bisa membuat seseorang kehilangan memori otaknya, hal ini membuatnya menjadi salah satu penyakit yang paling horor karena si penderitanya tak bisa mengingat dan melakukan apa-apa.

Sedangkan jerawat adalah masalah kulit yang menjengkelkan yang bisa mengganggu kepercayaan diri apalagi ditambah dengan bekas jerawat yang susah dihilangkan.



Air Kelapa dan Pepaya Bisa Hilangkan Bekas Jerawat


Hal yang paling menjengkelkan dari jerawat adalah bekasnya yang sukar dihilangkan. Membasuh muka dengan air kelapa muda atau menggunakan masker pepaya dapat membantu menghilangkan bekas jerawat.

Air kelapa dikenal sebagai minuman penghilang dahaga yang menyegarkan. Selain itu, jika diolah dengan benar air kelapa juga dapat mengobati berbagai penyakit kulit seperti jerawat, eksim, luka bakar dan mencegah keriput.

Air kelapa mengandung berbagai unsur makro dan mikro. Elemen makro adalah karbon dan nitrogen. Unsur karbon dalam air kelapa berupa karbohidrat sederhana seperti glukosa, sukrosa, fruktosa, sorbitol, inositol. Unsur nitrogen berupa protein, tersusun dari asam amino, seperti alin, arginin, alanin, sistin dan serin.

Selain karbohidrat dan protein, air kelapa juga mengandung unsur mineral mikro yang dibutuhkan oleh tubuh, seperti kalium (K), natrium (Na), kalsium (Ca), magnesium (Mg), ion besi (Fe), tembaga (Cu), fosfor (P) dan sulfur (S).

Bila diperiksa lagi, dalam air kelapa juga mengandung berbagai vitamin, antara lain vitamin C, asam nikotinat, asam pantotenat, asam folat, biotin, riboflavin, dan sebagainya.

Berkat kandungan gizi yang tinggi, beberapa penyakit yang berhubungan dengan kulit seperti jerawat, eksim, luka bakar dan mencegah keriput dapat dibantu dengan air kelapa.

Dilansir eczematreatmentremedies, Kamis (6/1/2011), untuk menghilangkan jerawat dan bekasnya, air kelapa dicampur dengan parutan kunyit kemudian rendam selama 3 malam.

Setelah direndam, saring rendaman tersebut untuk mendapatkan airnya. Campuran air tersebut bisa dibasuhkan ke wajah dan digunakan untuk membantu menghilangkan jerawat dan juga bekas jerawat yang membandel.

Selain air kelapa, buah pepaya juga bisa membantu menghilangkan bekas jerawat.

Pepaya (Carica papaya) yang mengandung papain, yakni enzim yang dapat mengurangi peradangan, dapat digunakan sebagai masker atau dikonsumsi untuk dapat membantu mengurangi jerawat dan menghilangkan bekasnya.

Jika pepaya digunakan sebagai masker, pepaya yang sudah dihaluskan bisa dioleskan pada wajah. Biarkan masker mengering selama 15 sampai 20 menit, kemudian dicuci dengan air bersih.

Masker pepaya ini bisa membuka pori-pori kulit yang menyumbat dan menghilangkan minyak, serta sel-sel kulit mati dari kulit. Pepaya juga bisa dikonsumsi langsung sebagai jus atau buah untuk mendapatkan hasil kulit yang sehat.



Penyakit yang Bisa Disembuhkan Sendiri oleh Tubuh


Tidak semua penyakit butuh obat, sebab tubuh punya mekanisme alami untuk menyembuhkan beberapa jenis penyakit. Agar tidak terjebak dalam konsumsi obat yang berlebihan dan tidak rasional, kenali penyakit-penyakit yang bisa sembuh sendiri.

Hampir semua jenis penyakit yang sifatnya akut (berlangsung singkat, tidak menahun) merupakan self limiting disease artau penyakit yang akan sembuh dengan sendirinya. Beberapa di antaranya dipicu oleh gangguan pada mekanisme alami tubuh manusia, namun sebagain besar disebabkan oleh virus.

Berbeda dengan infeksi bakteri, infeksi virus tidak bisa diobati dengan antibiotik. Dikutip dari chestofbooks, Senin (7/1/2011), infeksi virus akan sembuh dengan sendirinya karena sistem kekebalan tubuh akan membentuk perlawanan untuk membunuh dan menyingkirkan virus-virus tersebut.

Berikut ini adalah beberapa jenis penyakit yang termasuk self limiting disease dan tidak membutuhkan obat khusus selain untuk mengatasi gejala yang menyertainya.

1. Cacar air
Penyakit yang lebih sering menyerang anak kecil ini dipicu oleh infeksi virus varicella-zoster. Gejala cacar air atau chickenpox antara lain gatal-gatal, bentol kemerahan di sekujur tubuh dan disertai demam tinggi.

Meski pada anak sehat bisa sembuh dengan sendirinya, cacar air bisa juga menyebabkan komplikasi yang mematikan. Diperkirakan dalam setahun ada sekitar 100 orang tewas dan lebih dari 14.000 orang masuk rumah sakit karena komplikasi cacar yang meliputi asma, pneumonia serta dehidrasi akibat mual-muntah dan diare.

Meski tetap diberi antivirus, pengobatan untuk penyakit ini lebih banyak ditujukan untuk mengatasi gejala dan mencegah infeksi penyerta. Misalnya penurun panas untuk mengatasi demam, kalamin untuk mengurangi gatal dan antiseptik untuk mandi atau membersihkan tubuh.

2. Flu dan pilek
Common cold atau pilek ditularkan oleh virus influenza, bukan oleh bakteri seperti yang diduga oleh sebagian orang. Oleh karena itu, antibiotik tidak perlu diberikan apabila tidak disertai radang maupun demam yang mengindikasikan adanya infeksi penyerta oleh bakteri.

Pemberian antibiotik sering tidak ada gunanya, karena pengobatan yang lebih dibutuhkan pada flu dan pilek adalah obat-obat simptomatik atau pengurang gejala. Misalnya dekongestan untuk melegakan tenggorokan, antialergi untuk bersin-bersin dan pereda batuk jika diperlukan.

Suplemen multivitamin juga penting untuk diberikan dalam kondisi seperti ini, karena bisa meningkatkan sistem imun atau kekebalan tubuh. Secara alami, sistem imun yang sehat dengan sendirinya akan membentuk perlawanan terhadap virus flu.

3. Batuk yang tidak disertai radang
Batuk merupakan mekanisme alami dalam tubuh untuk menyingkirkan benda asing dari saluran pernapasan. Tanpa harus diobati, umumnya batuk akan berhenti ketika rangsangan benda asing itu sudah hilang.

Batuk baru butuh antitusif atau pereda batuk jika sangat mengganggu aktivitas dan memicu radang karena tidak sembuh-sembuh.

Jenis batuk produktif yang disertai dahak bahkan tidak boleh dihentikan, namun perlu diberi ekspektoran atau pengencer dahak agar pengeluaran lendir-lendir tersebut bisa berlangsung lebih lancar.

4. Diare nonspesifik
Diare dibagi menjadi 2 jenis yakni diare spesifik dan diare nonspesifik. Diare spesifik disebabkan oleh infeksi bakteri, sementara diare nonspesifik merupakan mekanisme alami untuk mengeluarkan benda asing yang dianggap berbahaya oleh saluran pencernaan.

Diare spesifik ditandai dengan demam dan didiagnosis berdasarkan pemeriksaan laboratorium. Obat yang perlu diberikan untuk jenis diare yang satu ini adalah antibiotik, dengan jenis dan kekuatan yang disesuaikan dengan jenis bakteri dalam hasil pemeriksaan.

Sementara diare nonspesifik yang terjadi antara lain setelah makan cabai terlalu banyak, tidak perlu diobati karena akan sembuh dengan sendirinya. Selama dirasa belum terlalu mengganggu aktivitas, kondisi ini cukup diatasi dengan oralit untuk mengantisipasi dehidrasi atau kehilangan cairan tubuh.

5. Alergi gatal-gatal
Meski beberapa jenis obat antihistamin atau antialergi bisa dibeli dengan bebas, bukan berarti obat ini harus digunakan setiap kali mengalami gatal-gatal karena alergi. Reaksi alergi hanya terjadi jika ada faktor pemicu, sehingga langkah paling tepat adalah menghindari hal-hal yang memicunya.

Obat antihistamin sebaiknya hanya dikonsumsi jika faktor pemicu alergi memang tidak terhindarkan, misalnya cuaca dingin. Jenis-jenis makanan tertentu jika masih bisa dihindari maka lebih baik dihindari saja daripada harus minum obat.

6. Jerawat bintik putih
Banyak yang menawarkan obat-obatan untuk menghilangkan jerawat atau Acne vulgaris di wajah. Padahal selama tidak disertai infeksi, jerawat biasa yang sering memiliki bintik putih di dalamnya akan hilang jika kebersihan dan kadar minyak di permukaan kulit selalu terkendali.

Sebagian besar jerawat bisa disebabkan oleh penyumbatan kelenjar minyak oleh kotoran maupun bekas make-up yang tidak dibersihkan. Fungsi minyak sendiri adalah menjaga kelembaban kulit agar tidak kering dan pecah-pecah.

7. Molluscum Contagiosum
Penyakit kulit yang dicirikan dengan benjolan-benjolan (papulla) bening dan berair ini disebabkan oleh infeksi virus dan lebih banyak menyerang anak-anak dibandingkan orang dewasa. Karena ditemukan juga di sekitar alat kelamin dan bisa menular lewat kontak langsung, penyakit ini sering dikira penyakit menular seksual.

Meski tidak berbahaya, benjolan-benjolan itu bisa pecah bila tergores atau digaruk sehingga membuka pintu untuk terjadinya infeksi pada bekas luka. Namun bagi individu dengan sistem kekebalan tubuh yang baik, penyakit kulit ini bisa sembuh sendiri dalam waktu 6-12 bulan.

8. Chikungunya
Penyakit ini disebabkan oleh jenis virus bernama Alphavirus dan ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Gejalanya antara lain demam tinggi sampai menggigil yang disertai rasa ngilu yang menusuk hingga ke otot dan tulang sehingga disebut juga flu tulang.

Meski gejalanya sangat parah, virus yang menyebabkan penyakit ini tidak dibasmi sehingga obat yang diberikan hanya untuk mengatasi gejala seperti diberi penurun panas untuk mengatasi demamnya. Untungnya, gejala ini hanya berlangsung antara 5-10 hari dan akan sembuh dengan sendirinya.

9. Hand, foot and mouth disease (HFMD)
Penyakit tangan, kaki dan mulut disebabkan oleh infeksi berbagai jenis virus dari keluarga Picornaviridae terutama Enterovirus 71 (EV-71). Virus ini lebih banyak menyerang bayi dan anak-anak terutama pada musim panas.

Gejala yang menyertai penyakit ini adalah demam dan ruam seperti herpes di sekitar tangan, kaki dan mulut. Umumnya gejala-gejala tersebut akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 7-10 hari dan tidak meninggalkan bekas apapun.

10. Kikuchi-Fujimoto disease
Sesuai namanya, penyakit yang disebabkan oleh virus Epstein-Barr (EBV) ini ditemukan oleh Dr Masahiro Kikuchi dan Y Fujimoto pada tahun 1972. Gejalanya adalah demam yang disertai pembengkakan di leher akibat adanya pelebaran pada pembuluh limpa.

Penyakit langka yang lebih banyak ditemukan di wilayah Asia ini sering menyerang kaum mudah khususnya wanita pada rentang usia 20-30 tahun. Obat yang diberikan hanya bertujuan untuk mengatasi demam sementara untuk infeksinya belum ada obatnya, namun akan sembuh dengan sendirinya.



Menjauhi Jerawat dengan Cara Mudah


Tidak ada yang mengetahui secara persis apa yang menyebabkan jerawat. Ada yang menduga karena perubahan hormon, stres atau makanan. Jerawat sangat mudah hinggap di wajah tapi ada cara mudah untuk menjauhinya.

Jerawat terbentuk ketika folikel di bawah kulit tersumbat. Kebanyakan jerawat terbentuk pada wajah, leher, punggung, dada dan bahu. Jerawat dapat muncul pada kulit siapa pun, tetapi paling sering muncul pada kulit remaja dan dewasa muda. Jerawat tidak berbahaya, namun dapat menimbulkan bekas.

Perubahan hormon, seperti pada masa remaja dan kehamilan dapat berperan menyebabkan timbulnya jerawat. Ada banyak mitos tentang apa yang menyebabkan jerawat. Coklat dan makanan berminyak sering dituding menjadi penyebab jerawat. Kulit yang kotor juga sering dituding sebagai penyebab jerawat. Stres tidak menyebabkan jerawat, tetapi stres dapat memperburuk keadaan kulit yang sedang berjerawat.

Jerawat dapat meninggalkan bekas hitam atau bahkan bekas cekung di kulit, namun ada beberapa cara untuk mencegah munculnya jerawat. Beberapa tips untuk mencegah munculnya jerawat seperti dilansir dari Epharmapedia, Selasa (2/8/2011):

1. Setiap pagi dan malam (dan setelah berkeringat dan berminyak), kulit dicuci dengan pembersih yang lembut hindari scrub abrasif dan menggosok dengan menggunakan bantalan atau sabun yang yang terlalu keras.

2. Cuci rambut atau keramas secara teratur, terutama jika memiliki rambut berminyak.

3. Jika sedang berjerawat, hindari mengutak-atik atau sering menyentuh jerawat dengan tangan.

4. Lindungi kulit dari sengatan matahari dengan pakaian, topi dan tabir surya.

5. Pilihlah kosmetik dan produk rambut yang non-comedogenic, bebas minyak atau non-acnegenic.

6. Hindari gesekan pada kulit dari barang seperti tas ransel atau helm.

7. Menggunakan obat jerawat atau menggunakan perawatan yang diresepkan oleh dokter, dan beritahukan dokter Anda mengenai obat jerawat lainnya yang telah Anda pakai.


Rabu, 05 Oktober 2011

Benarkah Minum Air Putih Bisa Kurangi Jerawat?


Jerawat adalah masalah yang dihadapi oleh banyak orang dan bisa menurunkan kepercayaan diri. Tapi katanya jerawat ini bisa dikurangi dengan mengonsumsi air putih. Benarkah begitu?

Sekitar 60-70 persen tubuh manusia terdiri dari air, sehingga jika tubuh kekurangan air maka masalah kecil hingga serius bisa muncul. Termasuk masalah pada kulit yang disebabkan oleh kurangnya asupan air.

Tapi kabar bahwa minum 8 gelas air bisa mengobati jerawat yang muncul tidaklah akurat, hal ini karena belum ada bukti ilmiah yang bisa mendukung ide tersebut, seperti dikutip dari healing.about.com, Jumat (16/9/2011).

Selain itu sebagian besar jerawat disebabkan oleh perubahan atau adanya ketidakseimbangan hormonal, stres serta menumpuknya sel-sel kulit mati, kurangnya menjaga kebersihan dan tersumbatnya kelenjar keringat.

Meski begitu mengonsumsi air yang cukup tetap bisa bermanfaat bagi kulit yaitu menjaga kesehatannya. Hal ini karena setiap sel di tubuh membutuhkan air untuk membantunya tetap terhidrasi dan sehat.

Jika kadar air dalam sel berkurang maka bisa menyebabkan kulit kering dan retak-retak yang membuatnya lebih rentan terhadap bakteri yang memicu terjadinya gangguan kulit. Selain itu kulit kering sangat terkait dengan lebih mudahnya jerawat muncul.

Jika ingin mendapatkan kulit sehat dan halus, maka cobalah mengonsumsi air putih yang ditambah perasan lemon atau jeruk nipis, trik lainnya bisa juga dengan minum air hangat yang ditambah sesendok madu.

Sedangkan untuk wajah berminyak, cobalah menyemprotkan wajah dengan air sebanyak 4-6 kali dalam sehari lalu keringkan dengan handuk untuk menghilangkan sel-sel kulit mati dan mengurangi produksi minyak.



Masker Sperma Bisa Jadi Obat Jerawat?


Kandungan gizi yang tinggi dalam air mani dan sperma membuat manfaatnya selalu menarik untuk diteliti, salah satunya untuk kecantikan seperti mengobati jerawat dan membuat wanita awet muda. Benarkah demikian?

Hasil penelitian Johnson dan Everitt dalam bukunya Essential Reproduction (2000) mengungkapkan bahwa air mani berisi kandungan gizi yang tinggi.

Dalam ejakulasi khas (kira-kira satu sendok teh) air mani sudah mengandung 150 mg protein, 11 mg karbohidrat, 6 mg lemak, 3 mg kolesterol, 7 persen US AKG kalium, tembaga dan seng.

Selain itu, air mani juga mengandung gula, protein dan asam amino, mineral, vitamin, hormon, asam laktat, urea, asam urat dan nitrogen.

Tingginya kandungan gizi ini membuat air mani dan sperma banyak dimanfaatkan untuk mengobati berbagai penyakit, seperti diabetes dan depresi. Penggunaan sperma juga pernah diterapkan untuk mengobati jerawat, meski sebenarnya belum ada penelitian yang membuktikan efektivitasnya.

Metode masker sperma bahkan diketahui telah digunakan sejak zaman Mesir Kuno (5000 SM), seperti dilansir healthmedicals, Selasa (22/3/2011).

Secara teori, penggunakan masker sperma dinilai cukup masuk akal karena sperma mengandung sejumlah nutrisi yang bermanfaat untuk perawatan kulit. Seperti dilansir Netdoctor, air mani dan sperma banyak mengandung ascorbic acid (vitamin C) dan vitamin B12, yang dapat membantu seseorang tampak lebih muda dan cantik.

Vitamin C mendorong pertumbuhan rantai protein dalam kolagen, yang merupakan bahan utama dalam semua jaringan berserat. Vitamin C juga merupakan antioksidan yang bisa mendetoksifikasi atau menyingkirkan racun-racun dan pengotor yang ada di permukaan kulit.

Kehadiran vitamin C dalam air mani adalah untuk memastikan bahwa sperma terlindungi dari radikal bebas dan meningkatkan jangka hidup sel sperma.

Selain itu, adanya kandungan antioksidan juga menjamin bahwa sperma bebas dari radikal bebas penyebab kulit kusam dan cepat keriput. Kandungan yang sama juga bisa ditemukan dalam produk-produk perawatan jerawat dan anti penuaan dini yang dijual di pasaran.



Plus Minus Mengobati Jerawat dengan Vitamin


Jerawat merupakan masalah kulit yang bisa menurunkan kepercayaan diri seseorang. Salah satu cara untuk mengurangi masalah jerawat ini adalah dengan menggunakan vitamin.

Ketidakseimbangan hormonal merupakan penyebab utama dari jerawat, karenanya ibu hamil dan saat menstruasi seringkali dihinggapi masalah kulit ini. Masalah jerawat umumnya mencakup komedo, pustula (jerawat), seborrhea (kulit merah bersisik), papula, nodul dan luka dalam akibat penyakit kulit tertentu.

Beberapa orang menggunakan vitamin untuk mengatasinya. Tapi ada beberapa keuntungan dan kerugian dari mengurangi jerawat dengan menggunakan vitamin, seperti dikutip dari Buzzle, Rabu (30/3/2011) yaitu:

Keuntungan mengurangi jerawat dengan vitamin

Dokter ahli umumnya menggunakan vitamin karena pengobatan ini lebih alami dibandingkan perawatan atau terapi lainnya
Asupan vitamin ini juga menjadi tambahan nutrisi bagi tubuh
Perawatan ini tidak menjadi bumerang atau menunjukkan efek samping sehingga lebih aman digunakan

Kekurangan mengurangi jerawat dengan vitamin

Harus dilakukan secara disiplin karena dosis yang diberikan harus tepat dan tidak boleh berlebihan, agar tidak memicu kelebihan kadar vitamin di dalam tubuh.
Umumnya membutuhkan jangka waktu perawatan yang sangat lama

Vitamin yang digunakan untuk mengurangi munculnya jerawat bisa dalam bentuk kapsul, pil, tablet, salep atau krim serta pola makan. Dan vitamin-viamin ini akan memberikan nutrisi yang dibutuhkan oleh sel-sel kulit. Vitamin yang digunakan untuk mengurangi jerawat ini adalah:

Vitamin A
Vitamin A biasanya diubah atau dirumuskan menjadi asam vitamin A (Vitamin A acid) atau retinoic acid. Berfungsi mengaktifkan gen di sel-sel kulit yang belum matang atau dikenal sebagai keratinosit dan mengubahnya menjadi dewasa atau matang.

Vitamin C
Vitamin ini berfungsi untuk penyembuhan dan mengurangi radikal bebas yang berada di dalam kulit karena kandungan antioksidannya. Vitamin C ini juga membantu menyembuhkan kulit dengan cepat, mencegah komedo, peradangan dan luka.

Vitamin E
Vitamin E juga diketahui memiliki fungsi yang sangat mirip dan bertindak sebagai antioksidan di kulit, mencegah jaringan parut, pertumbuhan bakteri dan beberapa reaksi di tubuh.


Wedang Jahe Bisa Jadi Obat Jerawat


Wedang jahe biasanya sering diminum pada saat musim dingin untuk menghangatkan badan. Tak hanya itu, wedang jahe juga ternyata bisa dijadikan obat jerawat. Bagaimana caranya?

Jerawat merupakan suatu kondisi peradangan. Nicholas Perricone, dermatologist dan penulis 'The Acne Prescription' mengatakan bahwa sangat penting membuat perubahan pola makan untuk mengendalikan peradangan pada kulit tersebut.

Jahe telah dikenal sebagai obat anti-inflamasi (anti peradangan). Jahe yang merupakan rimpang atau batang bawah tanah ini mengandung beberapa bahan kimia yang melawan peradangan seperti gingerol, shogaol dan enzim zingibain, seperti dilansir Livestrong, Selasa (6/9/2011).

Dengan mata telanjang, dermatologist dapat melihat tanda-tanda peradangan pada jerawat, seperti kemerahan dan pembengkakan. Peradangan sangat parah bisa menyebabkan cystic acne, yang ditandai dengan kelembutan, bengkak, kista berisi nanah.

Meski tidak ada studi tentang efek jahe pada peradangan jerawat, ada banyak studi tentang efek jahe pada peradangan kondisi lain seperti arthritis dan diabetes tipe 2. Dalam satu penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Food Sciences and Nutrition pada tahun 2011, peneliti menemukan bahwa gingerol dan shogaol dapat menghambat proses inflamasi pada diabetes.

Tak ada standar khusus membuat wedang jahe untuk obat jerawat. Tetapi University of Maryland Medical Center merekomendasikan tidak boleh mengonsumsi lebih dari 4 g jahe setiap hari.

Mengonsumsi jahe melebihi dosis tersebut dapat menyebabkan efek samping seperti iritasi mulut, mulas ringan atau diare. Cara terbaik adalah gunakan rimpang jahe untuk membuat teh atau wedang, bukan jahe bubuk, karena rimpang jahe mengandung lebih banyak bahan aktif yang dapat bermanfaat untuk dijadikan obat jerawat.

Ada beberapa cara membuat wedang jahe, pertama dengan memasukkan parutan jahe ke dalam cangkir yang kemudian di seduh dengan air mendidih diatasnya. Cara lain dengan memasukkan irisan atau potongan jahe ke dalam panci berisi dan dididihkan hingga air berubah warna menjadi kuning keemasan.

Tak hanya dijadikan obat jerawat, jahe juga sudah lama dikenal sangat bermanfaat untuk kesehatan. Manfaat jahe antara lain:

Meringankan mual, mulas dan diare.
Mengobati radang sendi
Mengobati gangguan pencernaan
Meringankan efek samping kemoterapi
Mencegah pembekuan darah
Menurunkan kolesterol jahat.



Sabtu, 01 Oktober 2011

Herbal Belimbing Wuluh


Belimbing wuluh memiliki nama yang beragam, yaitu Limeng, selimeng, thlimeng (Aceh), selemeng (Gayo), Asom, belimbing, balimbingan (Batak), malimbi (Nias), balimbieng (Minangkabau), belimbing asam (Melayu), Balimbing (Lampung), calincing, balingbing (Sunda), Balimbing wuluh (Jawa), bhalingbhing bulu (Madura), Blingbing buloh (Bali), limbi (Bima), balimbeng (Flores), Libi (Sawu), belerang (Sangi).

Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) adalah sejenis pohon kecil yang diperkirakan berasal dari Kepulauan Maluku (Indonesia), tapi dari sumber lain juga mengatakan datang dari Amerika tropis.

Buahnya memiliki rasa asam dan sering digunakan sebagai penyegar sirup, penyedap masakan, membersihkan noda pada kain dan barang yang terbuat dari kuningan, membersihkan tangan yang kotor dan sebagai bahan obat tradisional.

Tanaman ini dapat mencapai tinggi 5-10 m dengan batang yang tidak begitu besar dan diameternya hanya sekitar 30 cm. Ditanam sebagai pohon buah, kadang tumbuh liar dan ditemukan dari dataran rendah sampai 500 m di atas permukaan laut.

Batangnya bergelombang kasar, pendek dan cabangnya sedikit. Daunnya membentuk kelompok menyirip bergantian, panjangnya 30-60 cm dan berkelompok pada akhir cabang. Pada setiap daun terdapat 11-45 pasang daun oval.

Bunganya kecil, muncul langsung dari batang dengan tangkai bunga berbulu. Mahkota bunganya berjumlah lima, berwarna putih, kuning atau ungu.

Buah berbentuk elips seperti torpedo dengan panjang 4 -10cm. Warnanya hijau ketika muda dengan kelopak yang tersisa menempel di ujung. Buah masak berwarna kuning atau pucat. Daging buah berair dengan rasa yang sangat masam hingga manis. Kulit buahnya mengkilap dan tipis. Bijinya kecil, datar, cokelat, dan ditutupi dengan lendir.

Khasiat

Penyakit yang dapat diobati antara lain batuk, sariawan stomatitis, perut sakit, gondongan parotitis, rematik, batuk rejan, gusi berdarah, sariawan, sakit gigi berlubang; Jerawat, panu, tekanan darah tinggi (hipertensi), kelumpuhan, memperbaiki fungsi pencernaan, radang rektum.

Bagian yang dapat dipakai: Daun, bunga, buah.

Kegunaan:
Bunga
1. Batuk.
2. Sariawan (stomatitis)

Daun
1. Perut sakit. Gondongan (Parotitis).
2. Rematik.

Buah
1. Batuk rejan.
2. Gusi berdarah, sariawan.
3. Sakit gigi berlubang.
4. Jerawat. Panu.
5. Tekanan darah tinggi.
6. Kelumpuhan.
7. Memperbaiki fungsi pencernaan.
8. Radang rektum.

Cara Pemakaian

Pegal linu: 1 genggam daun belimbing wuluh yang masih muda, 10 biji cengkeh, 15 biji lada, digiling halus lalu tambahkan cuka secukupnya. Lumurkan ketempat yang sakit.

Gondongan: 10 ranting muda belimbing wuluh berikut daunnya dan 4 butir bawang merah setelah dicuci bersih lalu ditumbuk halus. Balurkan ketempat yang sakit.

Batuk pada anak: Segenggam bunga belimbing wuluh, beberapa butir adas, gula secukupnya dan air 1 cangkir, ditim selama beberapa jam. Setelah dingin disaring dengan sepotong kain, dibagi untuk 2 kali minum, pagi dan malam sewaktu perut kosong.

Batuk: 25 kuntum bunga belimbing wuluh, 1 jari rimpang temu-giring, 1 jari kulit kayu manis, 1 jari rimpang kencur, 2 butir bawang merah, ¼ genggam pegagan, ¼ genggam daun saga, ¼ genggam daun inggu, ¼ genggam daun sendok, dicuci dan dipotong-potong seperlunya, direbus dengan 5 gelas air bersih sampai tersisa 2 ¼ gelas. Setelah dingin disaring, diminum dengan madu seperlunya. Sehari 3 kali ¾ gelas.

Batuk rejan: 10 buah belimbing wuluh dicuci lalu ditumbuk halus-halus, diremas dengan 2 sendok makan air garam, lalu disaring. Minum,lakukan 2 kali sehari. Atau buah belimbing wuluh dibuat manisan, sehari makan 3 x 6-8 buah.

Rematik:
1. 100 gr daun muda belimbing wuluh, 10 biji cengkeh dan 15 biji merica dicuci lalu digiling halus, tambahkan cuka secukupnya sampai menjadi adonan seperti bubur. Oleskan adonan bubur tadi ketempat yang sakit.

2. 5 buah belimbing wuluh, 8 lembar daun kantil (Michelia champaca L.), 15 biji cengkeh, 15 butir lada hitam, dicuci lalu ditumbuk halus, diremas dengan 2 sendok makan air jeruk nipis dan 1 sendok makan minyak kayu putih. Dipakai untuk menggosok dan mengurut bagian tubuh yang sakit. Lakukan 2-3 kali sehari.

Sariawan:
1. Segenggarn bunga belimbing wuluh, gula jawa secukupnya dan 1 cangkir air direbus sampai kental. Setelah dingin disaring, dipakai untuk membersihkan mulut dan mengoles sariawan.

2. 2/3 genggam bunga belimbing wuluh, dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum, sehari 3 kali 3/4 gelas.

3. 3 buah belimbing wuluh, 3 butir bawang merah, 1 buah pala yang muda, 10 lembar daun seriawan, 3/4 sendok teh adas, 3/4 jari pulosari, dicuci lalu ditumbuk halus, diremas dengan 3 sendok makan minyak kelapa, diperas lalu disaring. Dipakai untuk mengoles luka-luka akibat sariawan, 6-7 kali sehari.

Jerawat:
1. Buah belimbing wuluh secukupnya dicuci lalu ditumbuk halus, diremas dengan air garam seperlunya, untuk menggosok muka yang berjerawat. Lakukan 3 kali sehari.
2. 6 buah belimbing wuluh dan 1/2 sendok teh bubuk belerang, digiling halus lalu diremas dengan 2 sendok makan air jeruk nipis. Ramuan ini dipakai untuk menggosok dan melumas muka yang berjerawat. Lakukan 2-3 kali sehari.

Panu: 10 buah belimbing wuluh dicuci lalu digiling halus, tambahkan kapur sirih sebesar biji asam, diremas sampai rata. Ramuan ini dipakai untuk menggosok kulit yang terserang panu. Lakukan 2 kali sehari.

Darah tinggi : 3 buah belimbing wuluh dicuci lalu dipotong-potong dan dimakan.

Komposisi

Sifat kimia dan efek farmakologis: Rasa asam, sejuk. Menghilangkan sakit (analgetik), memperbanyak pengeluaran empedu, anti radang, peluruh kencing, astringent. Kandungan Kimia: Batang: Saponin, tanin, glucoside, calsium oksalat, sulfur, asam format, peroksidase. Daun: Tanin, sulfur, asam format, peroksidase, calsium oksalat, kalium sitrat.



Mengatasi Jerawat dengan Putih Telur


Telur biasanya dikenal sebagai menu sehat untuk sarapan pagi. Tak hanya itu, putih telur yang kaya dengan vitamin juga bermanfaat untuk mengatasi jerawat. Bagaimana caranya?

Telur dapat digunakan secara topikal pada wajah sebagai pengobatan jerawat. Putih telur bosa digunakan untuk mengurangi minyak dan mengecilkan pori-pori, juga dapat menarik kotoran dan minyak dari kulit sehingga mencegah timbulnya jerawat.

Menurut Bodybuildingforyou.com, telur kaya akan vitamin yang dapat memerangi jerawat. Vitamin B2 adalah obat pereda stres alami yang pada akhirnya juga dapat mencegah jerawat, karena stres dapat meningkatkan produksi minyak dan menyebabkan jerawat.

Selain itu, telur juga mengandung vitamin B3 yang dapat meningkatkan aliran darah dalam tubuh. Sedangkan kandungan zinc dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh, menyembuhkan luka dan membantu mengatur hormon. Semua fungsi tersebut sangat berguna untuk memerangi jerawat.

Dilansir Livestrong, Kamis (20/1/2011), manfaat putih telur untuk mengobati jerawat dapat diambil dengan cara dijadikan masker. Berikut caranya membuatnya:

Pecahkan telur perlahan dan pisahkan putih dari kuning telur
Kocok putih telur sampai berbusa dan berbuih
Tambahkan beberapa tetes jus lemon ke putih telur
Bersihkan wajah dan oleskan masker putih telur dengan menggunakan ujung jari dengan gerakan melingkat lembut
Hindari daerah mata dan mulut
Biarkan masker kering di wajah dan diamkan sekitar 15 sampai 20 menit
Rasakan kulit menjadi sangat ketat
Bilas dengan air hangat dan biarkan kering

Masker putih telur sangat cocok untuk remaja. Masker ini bekerja lebih baik pada kulit berminyak atau kombinasi. Masker putih telur dapat digunakan sekali atau dua kali seminggu.

Selain dijadikan masker, putih telur juga bisa direbus dan kemudian dimakan. Vitamin yang terkandung pada putih telur akan bekerja dari dalam ke luar tubuh, sehingga memancarkan kulit yang sehat.



Cara Aman Memencet Jerawat Agar Tidak Berbekas


Jerawat tidak boleh dipencet karena bisa memicu infeksi maupun bekas luka yang mengganggu penampilan. Namun orang sering merasa gemas, tidak tahan untuk tidak memencet bintik jerawat di wajahnya. Adakah cara aman agar tidak infeksi? 

Agar tidak menyebabkan infeksi maupun bekas luka, ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat memutuskan untuk memencet jerawat. Di antaranya seperti dikutip dari Stumblerz, Jumat (25/3/2011), adalah sebagai berikut. 

1. Pastikan jerawat yang dipencet adalah jerawat matang, yang sudah muncul butiran putihnya. 

2. Pastikan juga jerawat tersebut tidak bernanah, yang artinya sedang mengalami infeksi atau radang cukup parah. 

3. Bersihkan kuku dan jari tangan dengan alkohol sebelum memencet jerawat. Ulangi setiap akan berpindah dari jerawat yang satu ke jerawat yang lain. 

4. Jika ada, gunakan sarung tangan lateks yang steril untuk mengurangi kontak langsung antara jari tangan dengan kulit wajah.

Perlu diingat, langkah-langkah di atas bukan berarti tidak ada risiko sama sekali. Bagaimanapun memencet jerawat harus dihindari sebisa mungkin, meski bagi sebagian orang jerawat terlalu menggemaskan untuk tidak dipencet. 

Langkah paling aman untuk menyembuhkan jerawat adalah dengan memberikan obat yang sesuai. Menurut dr Susie Rendra, SpKK dalam konsultasi kesehatan detikHealth, jerawat yang tidak diobati atau dibiarkan sembuh sendiri juga bisa meninggalkan bekas yang kelihatan. 

Sementara itu untuk menghilangkan bekas jerawat, ada beberapa cara alami yang bisa dilakukan seperti dikutip dari Buzzle berikut ini. 

1. Bubuk kayu cendana yang dibuat pasta 
Bubuk kayu cendana dapat bekerja secara ajaib untuk menutupi pori-pori kulit yang besar bekas jerawat. Caranya oleskan pada bekas jerawat sebelum tidur dan gunakan semalaman, lalu bilas dengan air dingin di pagi hari. Pemakaian yang rutin akan mendapatkan hasil yang bagus. 

2. Bubuk kayu cendana yang dicampur dengan air mawar 
Caranya oleskan pada bekas jerawat sebelum tidur dan gunakan semalaman lalu bilas dengan air dingin di pagi hari. Tapi jika kulit menjadi kering, cobalah ditambahkan susu dalam ramuan bubuk cendana itu dan gunakan hanya beberapa jam saja tak perlu semalaman. 

3. Pori-pori kulit sehabis jerawatan biasanya membesar, untuk mengencangkannya bisa diusap-usap dengan es batu di wajah selama 15 menit. 

4. Menggosok-gosokkan kulit bagian dalam timun atau tomat ke wajah adalah cara lain menghilangkan bekas jerawat. Biarkan selama 15 menit lalu bilas dengan air bersih. Tomat tidak hanya mengecikan pori-pori tapi juga menghilangkan komedo dan cocok untuk pengobatan kulit berminyak.



Sumber Makanan yang Memicu Jerawat


Selain dipicu stres dan faktor kebersihan kulit, jerawat atau acne vulgaris juga berkaitan dengan kadar gula darah. Karena itu, berbagai jenis makanan yang banyak mengandung gula harus dibatasi jika tidak ingin punya wajah berjerawat. 

Peningkatan kadar gula darah mempengaruhi kondisi hormonal yang pada akhirnya mengganggu fungsi kelenjar minyak di permukaan kulit. 

Jenis-jenis makanan yang bisa memicu munculnya jerawat seperti dilansir Hubpages.com, Selasa (8/1/2011): 

1. Makanan berlemak 
Terlalu banyak mengkonsumsi lemak akan menghambat transportasi oksigen dan nutrisi ke sel. Akibatnya, metabolisme terganggu sehingga kadar gula dalam darah akan mudah mengalami kenaikan dan penurunan secara drastis. Pada saat terjadi peningkatan, kondisi ini dapat memicu munculnya jerawat. 

2. Susu dan produk olahannya 
Kandungan lemak dalam susu dan produk olahannya sangat tinggi sehingga efeknya terhadap jerawat sama seperti makanan berlemak. Es krim, keju dan sejenisnya termasuk produk olahan susu yang sebaiknya dihindari oleh pemilik wajah berjerawat. 

Selain itu, ada beberapa jenis susu yang diperah dari sapi betina yang sedang bunting. Jenis susu ini mengandung hormon tertentu yang di tubuh manusia akan diubah menjadi hormon dihydrotestosterone (DHT) penyebab jerawat. 

3. Gula olahan 
Secara alami, gula terdapat di hampir semua makanan termasuk buah-buahan. Namun selama buah-buahan itu dimakan mentah-mentah, jenis gula yang dikandungnya adalah gula kompleks berupa serat dan karbohidrat yagn tidak terlalu meningkatkan kadar gula darah. 

Gula-gula tersebut baru akan menjadi masalah bagi jerawat jika sudah berubah ke bentuk yang lebih sederhana, melalui proses pengolahan. Gula pasir merupakan bentuk gula sederhana yang memicu jerawat dan banyak dipakai dalam permen maupun berbagai jenis kue. 

4. Kafein 
Kopi, teh, minuman bersoda dan beberapa jenis obat penghilang rasa nyeri merupakan sumber-sumber kafein yang bisa memperparah jerawat. Salah satu efek karein adalah merangsang kelenjar adrenalin, sehingga bisa meningkatkan kadar stres yang merupakans alah satu faktor pemicu jerawat. 

Efek samping kafein yang lain adalah gangguan tidur, yang juga bisa memicu jerawat. Selain meningkatkan stres, kurang tidur juga menghambat proses pe,mulihan kondisi fisik dan mekanisme pembuangan racun yang terjadi di dalam tubuh. 

5. Makanan olahan 
Sardin kalengan, baso awetan, sosis, nugget dan sejenisnya termasuk produk makanan olahan yang sering mengandung bahan tambahan termasuk pengawet. Bahan-bahan tersebut sulit dicerna oleh tubuh dan bisa memperparah radang pada jerawat yang sudah mengalami infeksi.



Jumat, 30 September 2011

Penyebab Jerawat


Jerawat secara umum terjadi jika kondisi kulit tidak normal dan terinfeksi bakteri sehingga menyebabkan peradangan pada kulit. Ditambah lagi dengan kelenjar minyak yang mengeluarkan minyak berlebih pada bagian-bagian tubuh adalah penyebab utama terjadi nya jerawat. Bentuk jerawat yang menonjol dan berwarna merah bahkan ada yang bernanah tentu membuat kita merasa tidak percaya diri. Belum lagi rasa sakit yang ditimbulkan oleh jerawat sering membuat kita emosi untuk segera menghilangkan jerawat tersebut. Banyak remaja berusaha mencari tips atau cara menghilangkan jerawat, tetapi sebelum menghilangkan atau melakukan pengobatan terhadap jerawat dilakukan ada baiknya jika kita mengetahui apa penyebab timbulnya jerawat.


Definisi Dan Pengertian Jerawat


Jerawat adalah kondisi kulit yang abnormal dikarenakan gangguan produksi dari kelenjar minyak yang berlebihan. Kelebihan produksi kelenjar minyak ini atau sebaceous gland akan menyebabkan penyumbatan pada saluran folikel rambut dan pada pori-pori kulit. Seringkali Jerawat akan menyebabkan peradangan pada kulit (kulit membengkak dan menjadi kemerah merahan). Peradangan pada kulit ini disebabkan oleh berlebihnya produksi kelenjar minyak kulit atau sebum yang kemudian menyumbat saluran kelenjar dan membentuk komedo (whiteheads) dan seborhoea.

Kalau penyumbatan yang disebabkan oleh kelenjar minyak kulit ini semakin membesar maka komedo akan terbukan (blackheads) dan kemudian sering kali berinteraksi atau terkena bakteri jerawat. Kalau kamu menemukan jerawat dengan nanah biasanya bisa dipastikan jerawat tersebut terlah terinfeksi dengan bakteri.

Jerawat sering kali muncul dibagian bagian tertentu tubuh kita, yang paling mudah terkena jerawat biasanya adalah bagian muka, dada, bagian atas lengan kita serta punggung. Kemunculan jerawat bisanya dimulai atau terjadi ketika masa masa pubertas atau mulai menginjak dewasa antara usia 14 sampai 19 tahun. Hal ini disebabkan oleh terjadinya perubahan hormonal pada remaja yang menginjak dewasa.

Munculnya efek psikologis bagi seseorang yang berjerawat adalah fakta bahwa dengan adanya jerawat wajah menjadi tidak lagi mulus dan cantik. Bahkan tidak jarang jerawat akan mininggalkan bekas yang tidak bisa hilang seumur hidup. Efek paling berpengaruh dari bekas jerawat atau timbulnya jerawat ini adalah efek kejiwaan seperti seseorang yang tadinya tidak berjerawat ketika mengalami pertama kali ia menjadi susah dan depresi. Kepercayaan diri pun menjadi berkurang karenanya.

Tulisan berikutnya mengulas mengenai penyebab-penyebab jerawat secara lebih lengkap. Seperti Stress, Keturunan atau bahkan karena pemakaian alat Kontrasepsi alias KB.